PONTIANAK – Warna liturgi pada minggu Prapaskah IV adalah merah muda, bukan karena mau Valentine susulan, tapi karena kita diajak untuk bersukacita!
Minggu keempat masa prapaskah ini disebut juga Minggu Laetare. Istilah “Laetare” berasal dari bahasa Latin yang berarti “Bersukacitalah”.
 
Masa Prapaskah biasanya identik dengan pertobatan, puasa, dan suasana yang hening. Namun, pada Minggu Laetare, Gereja memberikan “jeda” sejenak untuk bersukacita karena Paskah sudah semakin dekat.
 
Hanya pada hari Minggu ini, suasana gereja sedikit lebih semarak dibanding hari Minggu Prapaskah lainnya. Bunga-bunga segar terlihat menghias altar. Walaupun jumlahnya terbatas tapi membuat makna sukacita itu tampak.
 
Pastor Fransiskus Yosnianto, OFMCap yang memimpin misa minggu pagi (15/3) mengajak umat untuk bersyukur dan bersukacita atas cinta Tuhan. Bersyukur dengan cara Tuhan yang melihat jauh ke dalam hati manusia. Tulus ataukah hanya pamer belaka.
 
Kita sebagai manusia cenderung menilai dari apa yang tampak. Tidak melihat bahwa manusia itu bisa mengalami pertobatan dan berubah menjadi lebih baik.
“Kita diajak juga belajar melihat dengan cara Tuhan melihat, supaya tidak salah menilai seseorang,” katanya.
Selain itu di Masa Prapaskah ini, Pastor mengharapkan umat dapat mengoreksi diri.
“Ternyata dalam diri saya ini ada banyak sampah yang harus saya buang, supaya hidup saya dibersihkan. Amin,” tutupnya. (Ratna – Paroki Sta. Sesilia Pontianak)
Tags: