PONTIANAK– Rangkaian peringatan 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi, semangat merawat ciptaan mulai diwujudkan oleh Panitia dan umat Paroki Santa Sesilia Pontianak melalui kegiatan persiapan penghijauan yang diawali dengan drop bibit ke lokasi penanaman di kawasan Rumah Pelangi dan Danau Lait, Sabtu (30/05/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian aksi nyata yang mengajak umat untuk tidak hanya mengenang warisan spiritual Santo Fransiskus Asisi, tetapi juga menghidupinya melalui kepedulian terhadap lingkungan hidup. Sebagaimana Santo Fransiskus melihat alam sebagai saudara dan anugerah Tuhan yang harus dijaga, demikian pula umat diajak untuk mengambil bagian dalam merawat bumi sebagai rumah bersama.
Sejak pagi hari, panitia bersama para relawan bergerak membawa bibit-bibit pohon menuju lokasi yang telah dipersiapkan. Perjalanan menuju Rumah Pelangi dan Danau Lait bukan sekadar mengantar bibit tanaman, melainkan juga mengantarkan harapan akan masa depan yang lebih hijau, lebih lestari, dan lebih bersahabat bagi generasi mendatang.
Distribusi bibit ini merupakan tahap penting dari Panitia 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi sebelum pelaksanaan penanaman bersama pada 27 Juni 2026.
“Semoga setiap bibit yang dibawa hari ini bukan hanya tanaman yang akan tumbuh di tanah, tetapi juga simbol iman, harapan, dan tanggung jawab kita bersama sebagai umat beriman untuk menjaga ciptaan Tuhan. Kegiatan ini menjadi gerakan kecil yang membawa dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat”
Proses distribusi bibit dilakukan secara bertahap dengan melibatkan tim seksi kegiatan yang terdiri dari Fabianus Eko Cindera, Stanisius Andes, dan Albertus Tjiu, bersama para peserta yang dengan penuh semangat membantu pengangkutan bibit hingga ke lokasi tujuan. Kebersamaan yang terjalin selama perjalanan mencerminkan semangat gotong royong dan persaudaraan yang menjadi ciri khas pelayanan Gereja.
Rumah Pelangi dan Danau Lait dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki potensi ekologis yang perlu terus dijaga dan dikembangkan. Kehadiran pohon-pohon yang akan ditanam nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar, memperkuat ekosistem lokal, sekaligus menjadi warisan hijau bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan penghijauan, persiapan ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta. Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia saat ini, tindakan sederhana seperti menanam pohon menjadi wujud nyata kepedulian terhadap masa depan bumi. Santo Fransiskus Asisi telah mengajarkan bahwa mencintai Tuhan juga berarti mencintai dan merawat seluruh ciptaan-Nya.
Melalui rangkaian kegiatan menuju puncak peringatan 800 Tahun Santo Fransiskus Asisi, Paroki Santa Sesilia Pontianak berharap semakin banyak umat yang terlibat dalam gerakan ekologis yang berkelanjutan. Bibit-bibit yang kini telah tiba di Rumah Pelangi dan Danau Lait menjadi tanda dimulainya sebuah perjalanan bersama: perjalanan untuk menanam harapan, menumbuhkan kehidupan, dan merawat ciptaan demi kemuliaan Tuhan.
Sebagaimana pesan Santo Fransiskus yang tetap relevan hingga saat ini, bumi bukanlah warisan yang kita terima dari generasi sebelumnya, melainkan titipan yang harus kita jaga untuk generasi yang akan datang. Dengan semangat itu, setiap langkah dalam persiapan kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Gereja untuk menghadirkan kasih Allah tidak hanya kepada sesama manusia, tetapi juga kepada seluruh ciptaan.
“Mulailah dengan melakukan apa yang perlu, kemudian apa yang mungkin, dan akhirnya engkau akan melakukan hal-hal yang tampaknya mustahil.” — Santo Fransiskus Asisi.












Leave a Reply